Kebahagiaan dan keceriaan adalah gambaran yang ada dibenakku ketika aku baru menginjakan kakiku di kelas 4 SD . Sebuah gerbang bagaikan gerbang surga menyambutku dipagi hari. Entah mengapa aku sangat bahagia masuk kedalam kelas baruku . Semua murid saling menyapa satu sama lain karena bahagia mendapatkan kelas yang mereka inginkan . Begitu pula dengan aku , seakan ingin berbagi kebahagiaan karena mendapatkan kelas yang aku inginkan akupun menyapa setiap anak yang baru masuk kedalam kelas.Pukul 7.15 semua anak duduk rapi dibangkunya masing - masing dan dari kejauhan langkah kaki seseorang mulai terdengar . Ya sang guru baru sedang berjalan menuju kedalam kelas . Guru itupun memberikan senyum terbaiknya saat memandang anak -anak yang baru saja naik kelas . Senyuman guru itu membuatku yakin bahwa ia adalah guru yang baik . Pada awal tahun ajaran aku merasa bahagia , aku mendapat banyak sahabat yang selalu menyayangiku . Diantara banyak sahabatku aku memiliki 1 orang sahabat yang sangat aku percaya dan memberikan perhatian lebih . Tetapi saat menginjak disemester ke 2 akupun jatuh dan bagaikan tertimpa beban berat yang bertubi - tubi . Sahabatku yang bernama............telah mengkhianatiku . Semua itu berawal dari nilaiku yang selalu diatas nilainya dan aku yang selalu memiliki prestasi dalam bidang nonakademik . Dia menfitnahku hingga teman - teman satu kelas membeciku . Aku benar - benar hancur dan sudah tidak sanggup untuk menjalani hidup tetapi aku bersyukur karena ada seorang teman yang setia mempercayaiku ia adalah H . Ia selalu menolongku dikala teman -teman menghujatku . Dan yang aku sesali lagi adalah guruku sendiri ikut menghujatku habis - habisan . Aku dicemooh ,aku dipersalahkan,akudihina,dan aku diperlakukan seperti tidak selayaknya manusia . Sungguh aku benar-benar gila dan ingin mati pada saat itu . Akupun kuat menjalani siksaan itu dan kebenaranpun terbuka . Saat aku naik kelas lima SD aku banyak disayang oleh teman -teman lain sedangkan" MANTAN SAHABATKU" tersebut mengalami hal yang aku rasakan sebelumnya . Sampai detik ini pun " MANTAN SAHABATKU " tersebut masih menjadi bulan - bulanan teman -temanku semasa SD . Sampai hari ini aku tidak bisa memaafkannya dan aku masih menyimpan dendam yang teramat dalam .Biarlah orang mau menganggap sikapku itu keterlaluan karena menyimpan dendam . Tetapi aku berusaha tidak membohongi perasaanku dan akupun tidak akan pernah memberikan maaf untuknya . Sedangkan untuk guruku yang " TERCINTA " aku perlakukan hal yang sama seperti " MANTAN SAHABATKU ".Pengalaman itupun menjadikanku orang yang kuat dalam menghadapi setiap permasalahan dan walaubagaimanapun juga aku menyisipkan ucapan Terima Kasih kepada kedua orang yang paling " SPECIAL " itu .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar